Apa Perbedaan antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia? Penjelasan Mendalam tentang Hubungan Kedua Bahasa dan Poin Pembelajaran
26 Jan. 2026

Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia (Bahasa Melayu), kedua bahasa ini sekilas tampak sangat mirip.
Jika Anda pernah bepergian ke Asia Tenggara, Anda mungkin menyadari bahwa kata-kata yang serupa digunakan di Indonesia dan Malaysia.
Banyak orang yang tertarik pada budaya Indonesia atau Malaysia mungkin merasa bingung, "Mana yang harus saya pelajari?"
Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan perbedaan dan hubungan antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia (Bahasa Melayu), mulai dari latar belakang sejarah hingga penggunaan praktisnya, dengan cara yang mudah dipahami!
Meskipun Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia memiliki akar yang sama, masing-masing bahasa tersebut telah mengalami perkembangan yang unik.
Dengan membaca artikel ini, Anda akan dapat mengenal Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia secara lebih mendalam.
【Gratis】Layanan AI Terbaru yang Direkomendasikan untuk Belajar Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia
Jika Anda ingin mempelajari Bahasa Indonesia atau Bahasa Malaysia, layanan pembaca teks AI 『Ondoku』 sangat direkomendasikan!
『Ondoku』 adalah layanan pembaca teks AI yang dapat melakukan sintesis suara dari teks menggunakan AI terbaru.
Fitur utamanya adalah dukungan untuk banyak bahasa!
『Ondoku』 dapat membacakan teks dalam lebih dari 48 bahasa.
Layanan ini mencakup Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia, serta Bahasa Jawa yang digunakan di Indonesia hingga Bahasa Kanton yang digunakan oleh etnis Tionghoa di Malaysia.
Selain itu, 『Ondoku』 dapat digunakan secara gratis!
Anda dapat membacakan hingga 5.000 karakter secara gratis, sehingga dapat dimanfaatkan dalam berbagai situasi, mulai dari belajar Bahasa Indonesia atau Bahasa Malaysia hingga pembuatan narasi video YouTube dalam bahasa tersebut.
Bagi Anda yang sedang mempelajari Bahasa Indonesia atau Bahasa Malaysia, mengapa tidak mencoba menggunakan 『Ondoku』 secara gratis untuk latihan mendengarkan (listening) dan berbicara (speaking)?
Apakah Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia Mirip? Penjelasan Perbedaan dan Hubungannya

Pernahkah Anda mendengar bahwa Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia adalah bahasa yang sangat mirip?
Faktanya, sering terdengar cerita dari orang-orang yang bepergian ke Asia Tenggara bahwa "kata-kata yang sama dapat dimengerti di Indonesia maupun Malaysia."
Jadi, apa sebenarnya perbedaan antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia?
Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia adalah Bahasa yang "Mirip tetapi Tidak Sama"
Jawaban singkatnya adalah, Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia adalah bahasa yang "mirip tetapi tidak sama."
Sebagai contoh, ketika seseorang yang berbicara bahasa standar Jepang (dialek Kanto) mendengar dialek Satsuma atau dialek Tsugaru, mereka mungkin bisa menangkap maknanya secara garis besar tetapi tidak memahaminya sepenuhnya.
Selain itu, antara dialek Kanto dan Kansai di Jepang, terdapat perbedaan detail dalam penggunaan kata-kata seperti sapaan atau kata benda khusus.
Hubungan antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia sedikit mirip dengan perasaan tersebut.
Namun, perbedaannya adalah masing-masing diakui sebagai bahasa standar dari negara yang berbeda, bukan sekadar dialek.
Jika diibaratkan dengan bahasa lain, dikatakan bahwa perbedaannya lebih besar daripada hubungan antara Bahasa Inggris Inggris dan Bahasa Inggris Amerika, tetapi lebih dekat daripada hubungan antara Bahasa Spanyol dan Bahasa Portugis.
Banyak pelancong yang memiliki pengalaman bahwa "setelah belajar Bahasa Indonesia, mereka juga dapat berkomunikasi di Malaysia."
Sebaliknya, ada juga kasus di mana "setelah belajar Bahasa Malaysia, mereka bisa bertahan saat berada di Indonesia."
Namun, bukan berarti komunikasi tersebut selalu berjalan sempurna.
- Ada kata-kata yang tidak dikenal saat membaca menu di restoran
- Tidak memahami apa yang dikatakan oleh sopir taksi
Hal-hal seperti ini bukanlah sesuatu yang jarang terjadi.
Poin "mirip tetapi berbeda" ini merupakan poin penting saat memutuskan bahasa mana yang akan dipelajari.
Berapa Banyak Orang yang Berbicara Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia?

Selanjutnya, mari kita bahas secara singkat berapa banyak orang yang menuturkan Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia.
Penutur Bahasa Indonesia Lebih dari 200 Juta Orang!
Bahasa Indonesia digunakan oleh lebih dari 200 juta orang.
Populasi Indonesia adalah sekitar 280 juta jiwa, menempati peringkat keempat di dunia.
Karena Bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa persatuan, hampir seluruh masyarakat Indonesia dapat memahami dan menuturkannya.
Ciri khas terbesar Bahasa Indonesia adalah bahwa ia merupakan bahasa yang dianggap penting dalam menyatukan negara Indonesia menjadi satu kesatuan.
Di Indonesia, terdapat lebih dari 700 bahasa daerah seperti Bahasa Jawa, Bahasa Sunda, dan Bahasa Bali yang hidup berdampingan, namun Bahasa Indonesia dipilih sebagai bahasa pemersatu.
Hal ini bertujuan agar tidak ada bahasa (dan suku) tertentu yang mendominasi negara.
Oleh karena itu, bagi banyak warga negara Indonesia, Bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu mereka, melainkan bahasa kedua yang sering digunakan dalam situasi formal.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, jumlah orang yang menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama terus meningkat.
Dengan demikian, Bahasa Indonesia adalah salah satu bahasa dengan jumlah penutur terbanyak di Asia Tenggara.
Secara global pun, Bahasa Indonesia termasuk dalam 10 besar bahasa dengan jumlah penutur terbanyak.
Penutur Bahasa Malaysia (Bahasa Melayu) Sekitar 25 Juta Orang
Jumlah penutur Bahasa Malaysia (Bahasa Melayu) diperkirakan sekitar 25 juta orang.
Populasi Malaysia adalah sekitar 33 juta jiwa, yang merupakan negara multi-etnis dengan rincian etnis Melayu sekitar 69%, etnis Tionghoa sekitar 23%, dan etnis India sekitar 7%.
Bahasa Malaysia (Bahasa Melayu) dipelajari oleh seluruh warga negara di sekolah sebagai bahasa nasional.
Selain itu, terdapat penutur Bahasa Melayu di Singapura dan Brunei.
Khususnya di Singapura, Bahasa Melayu adalah salah satu bahasa resmi, dan lirik lagu kebangsaan mereka pun ditulis dalam Bahasa Melayu.
Dialek Bahasa Melayu juga dituturkan di tiga provinsi di Thailand selatan (Pattani, Yala, Narathiwat) dan di Pulau Mindanao, Filipina selatan.
Meskipun terdapat perbedaan antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia, jika melihat dunia Melayu secara keseluruhan, ini adalah bahasa penting yang digunakan di wilayah yang sangat luas.
Apa Perbedaan antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia? Perbedaan Ekspresi dalam Kosakata

Contoh yang mudah dipahami untuk merasakan perbedaan dan hubungan antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia adalah kosakata yang sering digunakan sehari-hari.
Mari kita lihat contoh konkret mengenai penggunaan kata yang berbeda untuk arti yang sama.
Mengapa Ada Perbedaan Kosakata antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia?
Alasan utama munculnya perbedaan antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia terletak pada sejarah masa kolonial.
Indonesia yang berada di bawah kekuasaan Belanda dan Malaysia yang berada di bawah kekuasaan Inggris menyerap kata serapan yang berbeda ke dalam bahasa mereka.
Akibatnya, timbul perbedaan pada kata-kata yang merujuk pada benda yang sama persis.
Selain itu, fakta bahwa Indonesia dan Malaysia mengembangkan Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia sebagai bahasa nasional yang independen setelah kemerdekaan pasca Perang Dunia II juga berkaitan dengan adanya perbedaan kosakata tersebut.
Perbedaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia Dilihat dari Istilah Sehari-hari
Lalu, apa saja perbedaan konkret dalam kosakatanya?
Misalnya, saat pergi berbelanja, Anda membutuhkan kantong atau tas untuk membawa barang belanjaan.
Kantong atau tas ini disebut:
- "tas" dalam Bahasa Indonesia, yang berasal dari bahasa Belanda
- "beg" dalam Bahasa Malaysia, yang berasal dari bahasa Inggris
Selain itu, handuk yang digunakan setelah mandi disebut:
- "handuk" dalam Bahasa Indonesia, yang berasal dari bahasa Belanda
- "tuala" dalam Bahasa Malaysia, yang berasal dari bahasa Inggris
Kedua contoh di atas menunjukkan perbedaan yang berasal dari bahasa Belanda dan bahasa Inggris.
Di samping itu, ada juga perbedaan yang muncul karena Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia berkembang secara terpisah.
Misalnya, untuk menyebut telepon genggam, dalam Bahasa Indonesia disebut "ponsel".
Ini adalah singkatan dari "telepon seluler".
Di sisi lain, dalam Bahasa Malaysia disebut "telefon bimbit".
Kata "bimbit" dalam bahasa Melayu berarti "membawa", sehingga secara harfiah berarti "telepon yang dapat dibawa-bawa".
Dengan cara ini, perbedaan antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia terus bermunculan bahkan di era modern.
Apakah Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia Saling Dimengerti?
Meskipun terdapat perbedaan kata dan ekspresi seperti itu, pada dasarnya keduanya dapat saling dimengerti.
Secara linguistik, diperkirakan sekitar 60 hingga 70 persen kosakata dari kedua bahasa tersebut adalah sama.
Perbedaan antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia sangat sedikit terutama dalam situasi formal, seperti program berita, dokumen resmi, atau tulisan akademik.
Hal ini dikarenakan kedua negara memiliki sejarah dalam melakukan standardisasi bahasa secara bersama-sama.
Dalam bidang bisnis atau akademik, sering kali komunikasi dapat terjalin tanpa terlalu memedulikan perbedaan antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia.
Perlu Berhati-hati dengan Perbedaan dalam Percakapan Sehari-hari
Namun, dalam percakapan sehari-hari yang santai, sering kali terdapat perbedaan antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia.
Komunikasi bisa menjadi sulit ketika bercampur dengan slang, bahasa gaul anak muda, atau dialek daerah yang berkembang secara unik di masing-masing negara.
Perbedaan ini akan sangat jelas terlihat jika Anda menonton acara TV atau video YouTube.
Dalam situasi dasar bisnis atau perjalanan, Anda tetap bisa berkomunikasi meskipun ada perbedaan antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia.
Namun, jika Anda ingin membangun hubungan yang lebih mendalam atau membicarakan konten yang lebih spesialis, sangat disarankan untuk mempelajari bahasa target dengan sungguh-sungguh.
Mana yang Lebih Direkomendasikan untuk Dipelajari, Bahasa Indonesia atau Bahasa Malaysia?

Berdasarkan hubungan yang telah dijelaskan di atas, mana yang lebih direkomendasikan untuk dipelajari?
Apa Keuntungan Memilih Bahasa Indonesia?
Pertama, mari kita bahas keuntungan memilih Bahasa Indonesia.
Keuntungan terbesar mempelajari Bahasa Indonesia adalah jumlah penuturnya yang sangat banyak.
Dapat berkomunikasi dengan lebih dari 200 juta orang adalah daya tarik yang luar biasa.
Ekonomi Indonesia berkembang pesat, dan diprediksi akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi utama dunia pada tahun 2030-an.
Peluang bisnis sangat melimpah, dan banyak perusahaan asing yang aktif melakukan ekspansi ke sana.
Selain itu, terdapat banyak destinasi wisata menarik mulai dari Bali hingga Jakarta.
Ketersediaan bahan ajar yang melimpah juga menjadi keuntungan dalam memilih Bahasa Indonesia.
Karena jumlah penuturnya banyak, pilihan buku teks, materi online, dan sekolah bahasa pun sangat lengkap.
Jika Anda ingin terhubung dengan lebih banyak orang, Bahasa Indonesia adalah pilihan yang tepat.
Apa Keuntungan Memilih Bahasa Malaysia?
Di sisi lain, ada juga banyak keuntungan dalam memilih Bahasa Malaysia (Bahasa Melayu).
Malaysia adalah negara dengan ekonomi yang stabil di Asia Tenggara.
Sangat menarik untuk mempelajari bahasa yang dapat digunakan di beberapa negara sekaligus, yaitu Malaysia, Singapura, dan Brunei.
Karena Bahasa Malaysia dipengaruhi oleh bahasa Inggris, terdapat banyak kosakata yang terasa familiar bagi penutur bahasa Inggris.
Selain itu, karena Malaysia adalah negara multi-etnis di mana bahasa Inggris dan bahasa Mandarin juga digunakan secara luas, ini merupakan keuntungan bagi mereka yang memiliki pengalaman belajar bahasa-bahasa tersebut.
Bagi Anda yang berencana melakukan bisnis atau tinggal dalam jangka waktu lama di Malaysia, mempelajari Bahasa Malaysia adalah pilihan yang direkomendasikan.
Jika Belajar Salah Satu, Bahasa yang Lain pun Akan Lebih Mudah Dikuasai
Meskipun terdapat perbedaan antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia, keduanya adalah bahasa yang memiliki hubungan mendalam dengan dasar yang sama.
Setelah Anda menguasai salah satunya, akan sangat mudah untuk mempelajari bahasa yang satunya lagi.
Karena struktur tata bahasanya sama, Anda hanya perlu menghafal perbedaan kosakata dan pengucapannya.
Sebagai contoh, jika Anda pindah ke Malaysia setelah belajar Bahasa Indonesia, Anda dapat menguasai Bahasa Malaysia dengan baik hanya dalam waktu beberapa bulan.
Jika Anda mampu membedakan dan menggunakan keduanya dengan menyadari perbedaannya, Anda akan dapat berkomunikasi di wilayah yang sangat luas di Asia Tenggara.
Metode Belajar Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia yang Direkomendasikan

Selanjutnya, mari kita bahas metode belajar yang direkomendasikan untuk Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia (Bahasa Melayu)!
Listening, Speaking, dan Shadowing Sangat Direkomendasikan

Untuk kedua bahasa tersebut, sangat disarankan untuk belajar dengan memanfaatkan audio.
Perbedaan antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia tidak akan benar-benar terasa jika Anda tidak mendengarkan dan mencoba mengucapkannya secara langsung.
Terutama untuk mempelajari perbedaan pengucapan, latihan listening, speaking, dan shadowing sangatlah penting.
Dengan mendengarkan pengucapan penutur asli dan menirunya, Anda dapat mempelajari Bahasa Indonesia atau Bahasa Malaysia (Bahasa Melayu) yang autentik.
Shadowing Sangat Direkomendasikan untuk Belajar Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia!
Metode yang sangat direkomendasikan untuk menguasai Bahasa Indonesia atau Bahasa Malaysia adalah dengan menyertakan shadowing dalam pembelajaran Anda.
Shadowing adalah metode belajar yang menggabungkan latihan mendengarkan (listening) dan berbicara (speaking).
Cara melakukan shadowing sangat mudah.
- Dengarkan suaranya
- Ucapkan hal yang sama dengan sedikit jeda
Hanya itu saja.
Jika suaranya terlalu cepat, mulailah dengan audio yang lambat, lalu tingkatkan kecepatannya secara bertahap.
Dengan menyertakan shadowing dalam belajar, Anda akan dapat berbicara Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia dengan pengucapan yang alami.
Namun, latihan shadowing membutuhkan materi audio yang berkualitas tinggi.
Dengan membuat materi audio pengucapan penutur asli menggunakan layanan AI terbaru 『Ondoku』, Anda dapat melakukan shadowing dengan materi yang paling sesuai untuk Anda, baik untuk perjalanan maupun bisnis.
Penjelasan tentang shadowing juga dibahas dalam artikel ini. Silakan dibaca.
Ondoku Sangat Direkomendasikan untuk Belajar Bahasa Indonesia atau Bahasa Malaysia!
Jika Anda ingin mempelajari Bahasa Indonesia atau Bahasa Malaysia, 『Ondoku』 sangat direkomendasikan!
『Ondoku』 adalah layanan pembaca teks AI yang dapat menghasilkan suara dengan pengucapan asli.
Anda dapat membuat materi audio yang paling optimal untuk latihan listening, speaking, dan shadowing secara bebas.
Sampel suara Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu dari 『Ondoku』 dapat didengar di artikel ini, jadi silakan lihat.
Selain itu, 『Ondoku』 dapat digunakan secara gratis!
Anda dapat membacakan hingga 5.000 karakter secara gratis, sehingga Anda bisa segera membuat materi belajar dengan mudah.
Apakah Anda juga ingin menggunakan 『Ondoku』 untuk belajar Bahasa Indonesia atau Bahasa Malaysia?
Mengapa Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia Mirip? Penjelasan Hubungan antara Dua Bahasa Ini

Ada alasan sejarah mengapa Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia memiliki kemiripan.
Mari kita jelaskan lebih lanjut tentang hubungan kedua bahasa tersebut dari sisi sejarah.
Berkembang dari Bahasa Melayu Kerajaan Malaka
Hubungan antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia didasari oleh sejarah bersama kedua bahasa tersebut.
Dari abad ke-15 hingga ke-16, wilayah yang mencakup Indonesia dan Malaysia saat ini diramaikan oleh kejayaan Kerajaan Malaka.
Pada masa ini, Bahasa Melayu berfungsi sebagai bahasa pemersatu (lingua franca) di seluruh wilayah tersebut.
Di Malaka, tempat berkumpulnya pedagang dari Arab, Persia, India, dan Tiongkok, Bahasa Melayu sangat penting untuk perdagangan.
Seiring dengan kejayaan Kerajaan Malaka, Bahasa Melayu Klasik menjadi lebih halus dan berkembang sebagai bahasa sastra serta pemerintahan.
Pengaruh budaya Islam juga sangat besar, sehingga banyak kata dari bahasa Arab dan Persia yang diserap ke dalam bahasa Melayu.
Bahasa Melayu pada masa inilah yang menjadi leluhur bersama bagi Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia saat ini.
Perbedaan Kedua Bahasa Berkaitan dengan Penjajahan Kolonial
Titik balik utama yang menciptakan perbedaan antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia berkaitan dengan penjajahan kolonial oleh negara-negara Eropa.
Portugal menaklukkan Malaka pada abad ke-16, kemudian Belanda menguasai Indonesia dan Inggris menguasai Semenanjung Malaya.
Karena Belanda menguasai Indonesia selama lebih dari 300 tahun, bahasa Belanda memberikan pengaruh besar pada bahasanya.
Di sisi lain, di Semenanjung Malaya yang berada di bawah kekuasaan Inggris, bahasanya juga sangat dipengaruhi oleh bahasa Inggris.
Hal ini menjadi faktor utama yang menciptakan perbedaan antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia saat ini.
Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Persatuan di Indonesia
Pada tahun 1928, para pemuda Indonesia mengikrarkan "Sumpah Pemuda" dan memutuskan untuk mengadopsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Meskipun berbagai bahasa digunakan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Bahasa Jawa, mereka memilih Bahasa Indonesia yang berbasis Bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan agar tidak ada suku tertentu yang mendominasi dalam hal bahasa maupun kekuasaan.
Dengan demikian, lahirlah bahasa nasional Indonesia yang unik meskipun berbasis pada Bahasa Melayu.
Keputusan bersejarah ini juga menjadi titik pisah di mana Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia mulai menempuh jalan yang berbeda.
Hubungan antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia Modern
Fakta bahwa Indonesia dan Malaysia masing-masing mengembangkan bahasa nasional mereka sendiri setelah merdeka juga menjadi alasan timbulnya perbedaan antara kedua bahasa tersebut.
Indonesia memiliki sikap yang fleksibel terhadap bahasa dan aktif menerima kata-kata baru.
Ada kecenderungan untuk terus menyerap kata serapan dari bahasa asing sesuai dengan kebutuhan.
Di sisi lain, Malaysia mengambil pendekatan yang berbeda.
Malaysia juga merupakan negara multi-etnis di mana berbagai etnis seperti Melayu, Tionghoa, dan India hidup berdampingan.
Namun, dalam kebijakan bahasa, terdapat kecenderungan di Malaysia untuk menjaga kemurnian Bahasa Melayu tradisional.
Di Malaysia, alih-alih menggunakan kata serapan secara langsung, mereka berusaha menciptakan kata-kata baru dalam bahasa Melayu sebisa mungkin.
Perbedaan antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia juga berkaitan dengan perbedaan cara pandang terhadap bahasa tersebut.
Dengan demikian, perbedaan antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia terus bermunculan hingga saat ini, tidak hanya terjadi di masa lalu.
Mempelajari Bahasa Indonesia atau Bahasa Malaysia juga berarti memahami budaya, nilai-nilai, dan sejarah masing-masing negara.
Mana pun yang Anda pilih, Anda dapat menyentuh kisah sejarah yang kaya di baliknya.
Disarankan untuk Mengetahui Perbedaan dan Hubungan dalam Belajar Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia
Artikel ini telah menjelaskan perbedaan dan hubungan antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia.
Meskipun Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia memiliki akar yang sama, keduanya merupakan bahasa yang telah mengembangkan pengucapan, kosakata, dan ekspresi secara unik.
Terdapat perbedaan yang perlu diperhatikan pada tingkat percakapan sehari-hari.
Mana yang akan Anda pelajari antara Bahasa Indonesia atau Bahasa Malaysia, itu tergantung pada tujuan Anda.
Mana pun yang Anda pilih, keduanya akan sangat bermanfaat untuk perjalanan maupun bisnis di Asia Tenggara.
Jika Anda ingin mempelajari Bahasa Indonesia atau Bahasa Malaysia, sangat disarankan untuk memanfaatkan layanan AI terbaru 『Ondoku』.
Mengapa tidak mencoba belajar Bahasa Indonesia atau Bahasa Malaysia dengan memanfaatkan pembaca teks gratis dari 『Ondoku』?
■ Perangkat lunak sintesis ucapan AI “Ondoku”
"Ondoku" adalah alat text-to-speech online yang dapat digunakan tanpa biaya awal.
- Mendukung sekitar 50 bahasa termasuk Jepang, Inggris, Cina, Korea, Spanyol, Prancis, dan Jerman.
- Tersedia dari PC dan smartphone
- Cocok untuk bisnis, pendidikan, hiburan, dll.
- Tidak diperlukan instalasi, dapat langsung digunakan dari browser Anda
- Juga mendukung membaca dari gambar
Untuk menggunakannya, cukup masukkan teks atau unggah file dari situs. Hasilkan file suara alami dalam hitungan detik. Anda dapat menggunakan sintesis ucapan hingga 5.000 karakter secara gratis, jadi silakan mencobanya terlebih dahulu.
Email: ondoku3.com@gmail.com
Perangkat lunak Text-To-SpeechOndoku. Ini adalah layanan Text-To-Speech yang tidak memerlukan instalasi dan dapat digunakan oleh siapa saja secara gratis. Jika Anda mendaftar secara gratis, Anda bisa mendapatkan hingga 5000 karakter gratis setiap bulannya. Daftar sekarang secara gratis
